Prosedur Loading/Pemuatan CPO Di Kapal/Tongkang Minyak (Oil Barge) - REVORMER

Google Search

Prosedur Loading/Pemuatan CPO Di Kapal/Tongkang Minyak (Oil Barge)

Prosedur Loading/Pemuatan CPO Di Kapal /Tongkang Minyak (Oil Barge)


Hallo sahabat revormer, artikel kali ini kita akan belajar bareng tentang seluk-beluk prosedur pemuatan minyak sawit atau CPO ( Crude Palm Oil ) di kapal tongkang minyak/oil barge

Walaupun sahabat bukan seorang pelaut atau surveyor, namun setidaknya artikel tentang prosedur pemuatan minyak CPO di kapal tongkang minyak ini akan menambah wawasan kalian mengenai profesi lainnya yang tak kalah penting dalam perdagangan internasional. Perlu diketahui bahwa saat ini indonesia adalah negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia loh guys...


Nah, kebetulan revormer mempunyai seorang sahabat yang berprofesi sebagai surveyor di sebuah perusahaan survey di bidang minyak dan batubara. Beruntung, dalam perjumpaan dengannya, revormer mempunyai kesempatan untuk melihat langsung bagaimana prosedur pemuatan minyak CPO di kapal tongkang minyak yang sangat jarang diketahui oleh masyarakat umum


Sebelum dilakukan proses pemuatan atau loading minyak sawit / CPO Di kapal Tongkang Minyak/oil barge, maka setiap pihak harus memenuhi prosedur pemuatan CPO terlebih dahulu, agar diantara pihak buyer, shipper ( pemilik barang/muatan) serta pihak kapal dalam hal ini diwakili oleh Captain/Chief Officer secara bersama-sama mempunyai kesepahaman yang sama agar proses pemuatan tersebut berjalan aman, lancar dan dapat dipertanggung jawabkan oleh semua pihak yang berkepentingan

Berikut hasil wawancara revormer dengan surveyor yang bernama Frain Tangdilintin dan Dwi mengenai prosedur pemuatan minyak sawit atau yang lebih dikenal sebagai CPO ( Crude palm Oil ) di kapal tongkang minyak/oil barge di daerah kalimantan timur ini, yaitu sebagai berikut :

1. Prosedur pemuatan minyak sawit/CPO di kapal tongkang minyak setelah kapal/tongkang disandarkan ke jetty atau dermaga tempat muat, yang pertama adalah Surveyor On Board yaitu surveyor dari pihak shipper ( pemilik barang/muatan ) akan naik ke atas kapal/tongkang untuk menemui kapten atau mualim kapal, selanjutnya dilakukan key meeting yang membahas persiapan sebelum loading/pemuatan, biasanya surveyor akan menanyakan data-data kapal dan hal-hal lainnya yang menyangkut pemuatan sebelumnya

2. Selanjutnya pihak kapal akan dimintai time sheet atau catatan waktu dari mulai olah gerak kapal saat sebelum sandar hingga saat selesai sandar, serta kapan kapal/tongkang berangkat dan sampai di pelabuhan tujuan berikutnya.

3. Prosedur pemuatan minyak sawit/CPO di kapal/tongkang minyak/oil barge selanjutnya adalah dengan melakukan tank inspection atau pemeriksaan tanki oleh surveyor. Tank Inspection ini bertujuan untuk memastikan apakah tanki kapal/tongkang yang akan di isi muatan CPO tersebut sudah bersih dan siap untuk di isi muatan minyak sawit atau belum

Apabila muatan sebelum dan sesudahnya masih sama maka biasanya tidak perlu dilakukan cleaning terlebih dahulu, namun apabila muatan selanjutnya adalah jenis CPKO ( crude palm kernel oil ) yang secara kualitas lebih bagus dan lebih jernih diatas CPO , maka tindakan cleaning tank harus dilakukan agar tanki benar-benar bersih dan siap untuk diisi muatan CPKO yang harganya lebih mahal di banding CPO ( crude palm oil )




4. Setelah prosedur tank inspection atau pemeriksaan tangki dinyatakan clear dan siap untuk dilakukan proses transfer minyak sawit/CPO dari tanki darat ke tanki kapal/tongkang, maka prosedur pemuatan CPO selanjutnya adalah dilakukan penyambungan pipa dari darat ke kapal/tongkang yang dinamakan connect hose

5. Prosedur pemuatan CPO berikutnya adalah surveyor akan melakukan sounding darat atau istilahnya sounding shore tank, hal ini dilakukan untuk mengetahui B/L ( bill of loading ) muatan CPO yang berada di dalam tanki darat untuk kemudian muatan tersebut dikirim ke kapal/tongkang

6. Begitu proses sounding di tanki darat selesai dan clear, maka selanjutnya muatan siap untuk dikirim ke kapal/tongkang, istilahnya dinamakan commenced load dan start loading ( pemuatan dimulai )

7. Prosedur pemuatan CPO di kapal/tongkang minyak selanjutnya setelah CPO berhasil di transfer ke kapal/tongkang adalah surveyor melakukan sounding ulang di shore tank/tanki darat, hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah volume muatan CPO yang sudah terkirim ke tanki kapal/tongkang atau biasa disebut bill of loading

8. Jika Bill Of Loading tersebut sudah disepakati bersama oleh pihak buyer ( pembeli ), pihak shipper ( pemilik muatan/ penjual ) serta pihak owner kapal yang diwakili oleh kapten atau chief officer, maka selanjutnya dilakukan sounding tanki kapal/tongkang untuk mengetahui SFAL ( Ship Figure After Loading ) untuk menentukan jumlah volume muatan yang telah diterima di tanki kapal/tongkang


9. Berikutnya surveyor memberikan laporan ke pihak buyer, shipper, serta pihak kapal, bahwa pemuatan/loading CPO sudah selesai, apabila laporan tersebut sudah disetujui oleh semua pihak maka proses pemuatan CPO dinyatakan clear alias complete loading, setelah itu surveyor melakukan tindakan penyegelan di valve-valve serta cover main hole tanki dan tempat-tempat lainnya yang dirasa perlu untuk diamankan

10. Proses Loading/pemuatan CPO di kapal/tongkang sudah selesai , kapal siap diberangkatkan menuju pelabuhan bongkar setelah semua dokumen perjalanan lengkap dan cuaca aman untuk pelayaran

Demikian artikel Prosedur Loading/Pemuatan CPO Di kapal/Tongkang Minyak ini revormer persembahkan, sampai jumpa di artikel tentang dunia maritim lainnya, semoga bermanfaat

Salam cerdas Revormer !


Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar untuk "Prosedur Loading/Pemuatan CPO Di Kapal/Tongkang Minyak (Oil Barge)"

  1. sangar bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiaap ndan, terima kasih atas kunjungannya di revormer.com 😀

      Hapus

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel