3 Cara Mudah Memaksimalkan Penjualan Bisnis Online - REVORMER

Google Search

3 Cara Mudah Memaksimalkan Penjualan Bisnis Online

3 Cara Mudah Memaksimalkan Penjualan online


Ngomongin seputar bisnis online, ujung-ujungnya pasti ketemunya bagaimana caranya memaksimalkan penjualan, ya gak gaess😊

Nah, dalam kesempatan kali ini kita belajar bareng lagi ya...πŸ™
Belajar bagaimana cara memaksimalkan penjualan toko online kita

"Maksudnya?"

Maksudnya yang biasanya jika prospekin 10 orang dapat 1 pembeli, ini bisa naik jadi 3 sampai 5

Mau tau caranya gak ? 😊

Oke kakak...

Tapi pertama-tama...
Kita sepenuhnya harus sadar...

Tidak semua prospek akan membeli.

Saya ulangi ya.

Tidak semua prospek akan membeli

Kenapa?

Karena banyak faktor
Bisa karena tiba-tiba berubah pikiran, tiba-tiba gak baca penawaran kita, ada hajat yang lebih di prioritaskan, intinya yang sebelumnya tertarik, belum tentu jadi beli.
Ini hukum alam, gak bisa diutak utik.

Dasarnya ini dulu.
Kalau kita coba melawan ini, kita akan capek, waktu kita akan habis.

Nah, jadi harus apa?
Lebih baik arahkan energi kita ke yang lain.
Jangan berharap semua prospek jadi pembeli. .

Paham?

Alhamdulillah 😊


Kalau sudah mengerti, waktunya masuk materi.
Bagaimana caranya memaksimalkan penjualan bisnis online

Ada 3 cara memaksimalkan penjualan bisnis online, yaitu :

1. Tambah Database

Sadar atau tidak sadar, hasil penjualan Anda itu dipengaruhi dari seberapa banyak prospek yang Anda miliki.

Beda hasilnya, ketika Anda jualan ke 100 orang dengan jualan ke 1.000 orang apalagi jualan ke 10.000 orang.

Semakin banyak prospeknya, kemungkinannya semakin besar hasil yang Anda dapatkan.

Gak mau kan hasil jualannya segitu-segitu melulu?

Jika prospeknya segitu-segitu saja, maka hasilnya ya segitu-segitu saja

Jadi, tambah jangkauan promosi Anda.
Tambah databasenya. Nanti akan terasa koq 😊

Database adalah kontak Target pasar yang bisa Anda hubungi kapanpun. .

Saran kami untuk yang jualan secara online. .
Kalau mau jualan online nya enak, milikilah minimal 1000 database.

Teman WA nya 1.000, teman BBMnya 1.000, follower Line@nya 1.000 atau List emailnya 1.000

Coba deh, hehe.


2. Follow Up

Menurut Hubspot, 80% pembeli Online itu butuh di Follow Up agar mereka membeli, sayangnya 4% penjual berhenti di follow up pertama

Nah, ini survey Hubspot. Bukan survey RT, hehe.

Jadi, sebenarnya Anda bisa dapat 10 pembeli, tapi hanya sampai 2 pembeli sudah berhenti jualan.
Kan sayang.

Hasilnya akan berbeda, jualan yang ada follow upnya, dengan jualan yang gak ada follow upnya.

"Ah, gak usah di follow up.
Gengsi dong kayak jualannya gak laris aja."

Makan tuh gengsi, Hehe.
Keluarga kita cukup dikasih makan gengsi?
Laris gak laris ya follow up aja.
Ini SOP penjualan.

"Malu kalau follow up"

Ya gak masalah.
Tapi yakin melepaskan 80% pembeli? Yakin? Hehe

"Saya gak tahu caranya follow up"

Nah, ayo belajar. .

Yang di follow up itu manusia koq.
Jadi gausah di buat repot. .

Banyak orang bingung caranya follow up orang lain.
Wah, kenapa bingung?

Mulai aja dengan salam.

"Halooo kakak, sibuk gak?
Ada yang mau Saya tanyakan 😊 "

Nah, begitu aja.

Di balas atau gak ya urusan nanti. Hehe.

Selanjutnya gunakan teknik Briging

Maksudnya menyambung pembicaraan yang terputus.

Contohnya :
Kak, kemarin waktu tanya harga chat Saya gak dibalas lagi. Apakah kakak ada halangan atau masih ada yang tidak dimengerti kak? 😊

Gunanya agar yang kita follow up nyambung.
Daripada kita ngomong panjang lebar, eh orangnya gak paham. Hehe.

Kalau sudah di Briging, agar closing lakukan recall atau double binding.

Recall itu maksudnya membantu prospek untuk mengingat alasan kenapa mereka tertarik

Contohnya :
Ya bu, kemarin rencananya ambil kompor ini karena kompor dirumah sudah rusak ya?

(Kalau jualan kompor, hehe)

Double binding itu memberikan 2 pertanyaan yang jawabannya Ya.

Lalu, gak semua orang yang di follow up akan jadi pembeli.
Gak masalah, yang penting follow up saja. Hehe.

Oh ya, kalau Anda menemukan kasus di bawah ini. Misal prospek mengatakan
"Saya pikir-pikir dulu ya" atau "Saya izin suami ya"

Nah, saran kami lakukan teknik Kunci Waktu

Jadi Anda mengatakan "Oke mba, kapan mau izin suaminya? Nanti kami hubungi lagi agar mba tidak ketinggalan promonya 😊 "

Jadi kita meminta izin kepada prospek untuk menghubungi lagi. Agar kita gak salah waktu ketika melakukan follow up, hehe. .

3. Kategorikan Audience

Teknik satu ini hanya bisa Anda lakukan jika Anda jualannya di email, BBM atau WA yang punya fitur kategori kontak.

Kita kategorikan kontak dengan 3 jenis.

Cold Market, Warm Market, dan Hot Market

Cold Market artinya orang yang tidak kenal Anda, tidak tau bisnis Anda apa, tidak pernah interaksi dengan Anda dan tidak pernah membeli.

Warm Market, artinya orang yang pernah interaksi dengan Anda tapi tidak pernah membeli

Hot Market, artinya orang yang pernah interaksi dan pernah membeli produk Anda.

Nah, berbicara dengan mereka yang tidak pernah membeli, itu berbeda dengan berbicara kepada mereka yang sudah membeli. .

Jadi kalau mau jualan ke mereka, ya caranya beda-beda.
Kita kirimkan penawaran ke mereka tapi dengan kalimat yang berbeda-beda

Jika ke Cold, kita tonjolkan Manfaat produk kita.

Jika ke Warm, kita tonjolkan Urgensi, alias apa yang akan didapat jika membeli cepat, dan apa yang ditanggung jika menunda.

Jika ke Hot, kita tidak perlu penawaran yang bombastis, katakan saja apa adanya. Hehe.

Kesalahan banyak penjual, adalah memberikan 1 script penawaran ke semua kontak. Padahal kalau mau efektif, cara memperlakukan mereka itu harus berbeda 😊


Oke, sahabat revormer, jadi itulah 3 cara memaksimalkan penjualan, yaitu :
1. Tambah database
2. Follow Up dengan Benar
3. Bedakan kalimat penawaran di kategori kontak yang berbeda

Semoga artikel 3 cara memaksimalkan penjualan online ini bermanfaat buat sahabat semuanya

Sampai jumpa
Salam cerdas Revormer !

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "3 Cara Mudah Memaksimalkan Penjualan Bisnis Online "

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel