Seputar Sejarah Hukum Beserta Tata Cara Sholat Idul Fitri - REVORMER Blog Berbagi Informasi Bermanfaat

Google Search

Seputar Sejarah Hukum Beserta Tata Cara Sholat Idul Fitri


Sholat Idul Fitri


Sholat Idul Fitri disyariatkan pertama kali pada tahun ke-2 Hijriyah. Adapun hukum melaksanakannya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan)

Semenjak disyariatkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan sholat Idul fitri ini. Sholat Idul fitri sangat dianjurkan dilaksanakan dengan berjamaah

Waktu sholat Idul fitri dapat dilakukan saat matahari terbit. Namun, lebih utama sholat ini dilakukan 16 menit setelah matahari terbit

Jika matahari terbit pada pukul 06.00 misalnya, maka sholat Idul fitri dianjurkan dilakukan pada pukul 06.16. Adapun batas akhir melakukan sholat Idul fitri adalah setelah masuknya waktu sholat Dzuhur

Sholat Idul fitri terdiri atas dua Rokaat. Sholat Idul fitri dianjurkan dilaksnakan di lapangan terbuka jika didalam masjid tidak mencukupi untuk umat Muslim setempat.


Niat Sholat Idul fitri bagi Imam/Makmum


اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnata ‘iidhil Fithri Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati (Makmuuman/Imaaman) Lillaahi Ta’aala

Artinya : Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka’at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’aala.

Takbiratul Ihram

Di sini, makmum mengangkat tangan sambil mengucapkan Allahu akbar. Makmum melakukan takbiratul ihram setelah imam melakukannya.

Bersedekap dan Membaca Doa Iftitah
Setelah takbir, imam dan makmum menyedekapkan kedua tangannya di bagian perut dan atas pusar sambil membaca doa iftitah berikut.

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allohu Akbar kabiro wal hamdu lillahi katsiro, wa subhanallohi bukrotaw wa ashila inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharos samawati wal ardho hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi robbil ‘alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin


Membaca Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama

Setelah Imam selesai membaca doa iftitah, pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir sebanyak tujuh (7x) kali sambil mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram dan membaca Allahu Akbar setiap kali mengangkat tangan sampai telinga. Makmum pun dianjurkan melakukan takbir sebanyak tujuh kali dengan cara mengikuti imam. Setiap kali takbir, disunahkan membaca zikir berikut.

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.


Imam Membaca Surah Alfatihah, Makmum Mendengarkan

Setelah selesai membaca takbir tujuh kali pada rakaat pertama, imam wajib membaca surah Alfatihah, dan makmum disunahkan mendengarkan bacaan Alfatihah imam


Imam Membaca Surah, dan Makmum Membaca Alfatihah

Saat imam sudah selesai membaca surah Alfatihah, maka baginya disunnahkan membaca salah satu surah atau ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an. Saat imam sedang membaca surah, maka makmum diwajibkan membaca surah Alfatihah. Bila makmum sudah selesai membaca Alfatihah, dan imam masih membaca surah, maka makmum disunnahkan mendengarkan bacaan surah imam.


Ruku’
Selesai membaca surah, lalu kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allahu Akbar. Kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut sambil ditekan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya sejajar dan rata. Setelah sempurna, kemudian membaca doa ruku’ ini sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhana rabbiyal ‘azhimi wa bi hamdih (3x)

I’tidal
Setelah selesai ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca dzikir i’tidal berikut:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهْ

Sami‘allahu li man hamidah

Bacaan Doa I’tidal
Setelah berdiri tegak saat I’tidal, dianjurkan membaca doa berikut:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Robbana lakal hamdu mil’us samawati wa milul ardhi wa mil’u ma syi’ta min syain ba’du

Sujud Pertama
Selesai i’tidal lalu sujud dengan cara meletakkan dahi pada sajadah. Ketika turun dari berdiri I’tidal ke sujud dianjurkan sambil membaca Allahu Akbar, dan saat sudah sujud dianjurkan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلىَ وَبِحَمْدِهْ

Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih (3x)

Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud lalu bangunlah sambil membaca allahu akbar untuk duduk, dan saat duduk dianjurkan membaca doa berikut:

رَبِّ اغْفِرْلِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنيِ وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Robbighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni

Sujud Kedua
Setelah selesai melakukan duduk di antara dua sujud, lakukanlah sujud sambil membaca Allahu Akbar, dan saat sudah sujud membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهْ

Subhana rabbiyal a’la wa bi hamdih (3x)


Rakaat Kedua
Setelah selesai sujud kedua, kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua sambil membaca Allahu Akbar Pada rakaat kedua, imam langsung membaca dzikiran Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar sebanyak lima (5x) kali, dan makmum mengikutinya setiap satu kali imam selesai membacanya. Setelah itu, imam membaca surah Alfatihah, surah - surah pendek, dan seterusnya hingga sujud kedua dengan tata cara yang sama pada rakaat pertama.

Selanjutnya yang terakhir adalah membaca Tahiyat Akhir dan Salam, maka selesai sudah ibadah sholat Ied tersebut

Biasanya setelah itu dilanjutkan bacaan dzikir dan doa setelah sholat kemudian Jamaah sholat Ied akan mendengarkan khutbah


Selamat Hari Raya Idul Fitri  1 Syawal 1440 Hijriyah Minal Aidzin Wal Faizin Taqaballallahu Mina Waminkum
Semoga Bermanfaat ☺

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Seputar Sejarah Hukum Beserta Tata Cara Sholat Idul Fitri"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel