Sejarah Berdirinya Nahdatul Ulama - REVORMER Blog Berbagi Informasi Bermanfaat

Google Search

Sejarah Berdirinya Nahdatul Ulama






Sahabatku,kali ini saya akan menulis tentang sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (disingkat NU) yaitu organisasi massa islam terbesar di indonesia .Sahabat tentunya sudah tidak asing lagi akan nama besar NU. Sahabat,organisasi ini mulai berdiri tanggal 31 Januari 1926, berarti jauh sebelum negara Indonesia berdiri dan diproklamasikan yaah...NU sendiri selama ini dikenal sangat aktif dalam bidang pendidikan ,sosial keagamaan, sosial kemasyarakatan pemuda dan ekonomi.Jadi ga heran kalau Tokoh NU banyak yang menjadi orang berpengaruh di negeri ini semisal K.H. Hasyim As 'ary seorang kiai pendiri NU dan pahlawan nasional,Gus Dur mantan Ketua Umum NU yang juga mantan Presiden ke empat RI dan masih banyak tokoh-tokoh NU lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini.
Biar sahabat lebih paham tentang NU yuuk kita mulai dari sejarah NU yang saya peroleh dari berbagai sumber literatur.
Sejarah awal NU
Pada saat kolonialisme Belanda masih bercokol di Indonesia.Banyak sekali gerakan rakyat pribumi yang berusaha melakukan perlawanan atas kesewenang-wenangan mereka kaum pen jajah. Salah satunya adalah dari kalangan pesantren yang  gigih melawan kolonialisme dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik  keagamaan kaum santri. Selanjutnya didirikanlah Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Saudagar) yang dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.
Sementara itu, keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi sing dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan sing muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana, setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan.
Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi'dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yan selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban islam tersebut.
Oleh karena sikapnya yang berbeda tersebut  konsekuensinya kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.
Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebasan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban islam maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamakan dengan Komite Hejaz, diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.
Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban islam yang sangat berharga.
Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih luas cakupannya dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkoordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar.
Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, masyarakat ,keagamaan dan politik sampai saat ini.Semoga kiranya tulisan ini menambah semangat dan cinta sahabat semuanya pada NKRI dan NU yaa.... Dalam sejarah Kemerdekaan RI peranan NU juga tak bisa dipisahkan dari perjuangan dan gerakan pemikiran para  tokoh NU ,kaum santri serta komponen bangsa lainnya.NKRI Harga Mati!!!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Berdirinya Nahdatul Ulama "

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel