Filosofi Singkong Rebus


Sahabat,mungkin kalian akan  bertanya-tanya tentang keseriusan dari tulisan ini...kok gak "Filosofi Kopi " aja yang sudah termashyur itu...hehe.Baiklah saya akui dalam kehidupan ini kita memang ga boleh lupa tentang makna atau hikmah filosofi kopi itu,namun kopi juga gak sendirian hadir di muka bumi ini loh...ga percaya coba aja kalian yang hobi minum kopi pasti butuh teman ngopi semacam kudapan entah itu gorengan,kue atau ubi/singkong rebus...beneer kan..!


Yuuk,kita ke inti dari judul tulisan aja...jujur aja jadi inspirasi dari  " Filosofi Singkong Rebus " ini suatu kejadian nyata bin sederhana  yang saya alami selama  perjalanan mengarungi lautan maha luas.Sebenarnya gak ada yang teramat istimewa buat diulas disini,tapi kayaknya kok sayang kalo gak saya tuangkan dalam sebuah narasi cerita yang mungkin akan abadi buat dibaca mereka yang kesasar mampir ke blog reformer98 ini...


Baca Artikel lainnya : Kisah Sukses Pentol Jos Gandos Kumai Kalimantan Tengah


Begini ceritanya,selama ini bagi  kalian yang bukan seorang pelaut pasti belum pernah ngalamin yang namanya mabuk laut kaan...( jawab aja iyaa kalii ).Ga tega rasanya kalo mau diceritain loh...pasti ntar jadinya kalian  takut sama laut, apalagi yang pengin jadi Angkatan Laut atau bepergian dengan kapal laut...hiii ga segitunya kalii...

Suatu kali, di tengah ganasnya ombak yang datang bertubi-tubi menghempas kapal yang membawa kami mengarungi lautan.Kami mayoritas di kapal  terkena "penyakit kambuhan" yang bernama mabuk laut.Seluruh crew kapal muntah-muntah kepalanya sakit muter-muter ( kalo difim kartun keluar gambar bintangnya..hehe ),badan sakit lemes mata sayu pokoknya menderita banget deeh...
Kalau sudah kayak begini  segala obat-obatan dikeluarkan dari kotak P3K, mulai Obat Mules,Obat Sakit Kepala ,Obat Migrain,Obat Anti Masuk Angin ( sengaja gak saya sebutin merk obatnya,ntar dikirain lagi promosi..kwkwk )pokoknya dicobain semua biar mabuk lautnya kabur wess ewess ewess ...


Dan yang bikin kita semua tambah parah mabuk lautnya karena nafsu makan hilang gak tau kemana...padahal waktu berangkat dari pelabuhan Tanjung Priuk   kemaren, segala makanan kesukaan macam Pizza Hut, Ayam Goreng KFC,Burgernya Mc.Donald, ga ketinggalan yang hobi nasi padang beli rendang,yang demen bakso juga beli biji bakso kesukaannya nanti kalo makan tinggal dimasukin microwave biar anget atau dipanasin diatas kompor elektrik.Saking ngebetnya kita belinya banyak kayak orang mau pesta aja hehe.Rencananya semua daftar makanan favorit diatas tadi penginnya dinikmati sewaktu kapal berlayar ditengah laut menuju pelabuhan tujuan...maklum di tengah laut kan gak ada yang jualan broo...


Manusia boleh berencana namun Tuhanlah yang menentukan...yess pepatah itu betuul adanyaa.Kira-kira baru semalam perjalanan dari total 4 hari perkiraan waktu tiba (kami biasa menyebutnya  ETA singkatan dari Estimation Time Arrived) ...ehh cuaca yang tadinya bersahabat dengan lautan yang teduh tenang  angin sepoi-sepoi bagai ditengah telaga berubah menjadi angin yang kencang ombak bergulung berbuih disertai awan hitam menggelayut..( ga pake manja yaah )..kwkwk


Gak pake nanya lagi kalian pasti tahu...pada akhirnya kapal kami bagaikan selembar bulu di sebuah kolam yang dilempar sebongkah batu besar...yaah kapal kami dihempas dentuman ombak yang datang bertubi-tubi membuat seisi kapal bergetar bahkan sesekali ada alat dapur yang pecah  jatuh  karena bergeser dari tempatnya.Keadaan laut seperti itu berlanjut sampai hari-hari berikutnya,tak memberi kesempatan pada kami tuk menikmati makanan kesukaan yang sudah kami beli itu...makanan-makanan enak nan mahal itu tergeletak begitu saja berhari-hari diatas meja...tak ada yang habis bahkan mubazir karena  dicicipin sedikit saja terasa pahit di lidah. Mabuk Laut mengubah rasa nikmat penuh cita rasa itu menjadi pahit dan mematikan syaraf ujung pengecap lidah dan itu faktanya...

Anehnya,Singkong Rebus yang disajikan oleh juru masak habis tak tersisa ...dan sialnya stok singkong yang dibeli di pasar Warakas waktu kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priuk kemaren sudah habis tidak mencukupi sampai besok .Rupanya kami tak menyangka bahwa Sang Singkong Rebus lah solusi hilangnya nafsu makan bukan makanan kesukaan itu.Kami pun pasrah dan berdoa berharap cuaca kembali bersahabat sehingga kami bisa menikmati makan dan istirahat dengan normal.


Well,inilah inti dari tulisan kali ini " Filosofi Singkong Rebus".Bahwasanya dalam kehidupan yang penuh misteri ini,banyak hal yang tidak bisa kita tebak/pastikan.Ternyata dalam sebuah masalah atau problem besar yang kita hadapi apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik buat kita.Bukan sebuah kemewahan atau nilai kekayaan yang membuat kita merasa lebih baik dan mampu menyelesaikannya, justru kesederhanaan apa adanyalah sesuatu  yang terbaik buat manusia.


Tuhan telah memberikan solusi sederhana namun tepat dan terukur sesuai porsinya.Tuhan menukar "Singkong Rebus" itu untuk menggantikan kemewahan makanan yang disukai oleh kita justru disaat kita menginginkannya.Begitupun dalam kehidupan apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik untuk kita.Karena yang terbaik adalah mensyukuri nikmatNYA (walaupun sederhana) dengan penuh ikhlas dan suka cita.Apapun itu yang berasal dari pemberian Tuhan adalah yang terbaik





Sahabatku marilah kita budayakan hidup sederhana namun penuh manfaat untuk sesama.Jangan menunggu kaya untuk bersedekah,jangan tamak tapi merasa cukuplah, berapa banyak pejabat yang masuk penjara karena bermental korup dan rakus  yang dilandasi keinginan menumpuk kekayaan yang tak pernah memberikan mereka kepuasan hidup .Hidup sekali maka manfaatkan hidup untuk berbuat hal-hal yang baik dan bermanfaat sekecil apapun.

 Salam Cerdas Revormer !
Semoga Bermanfaat dan tetap semangat!!!

6 Responses to “Filosofi Singkong Rebus”

Unknown :

Sangat bagus. ..Dan berarti...

9 September 2018 10.33

Exozz Reformizz 98 :

Terima kasih ,mohon kritik dan sarannya.Semoga menjadi lebih baik

10 September 2018 00.01

tan andrew :

Uis ngesuk2 mangkat gawa baen budine sing akeh

10 September 2018 02.48

Exozz Reformizz 98 :

Haha ,iya pokoke tumbas sekarung sekalian ...makasih komandan ku...jgn lupa bagikan dan jgn bosan mampir ke blog ku.

10 September 2018 03.57

Unknown :

Merdeka..!!!
Hidup singkong rebus.!
Dah pantes jd motivator dn inspirator ya bos,sip lah..Good luck forever to you


10 September 2018 14.01

aswajareformer98. blogspot. com :

Ahaaa...makasih broo aja kelalen dishare ya ben mumbul

14 September 2018 21.16

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts