Bejanya Pak Beja "Tukang Becak dan Marbot" Masjid Baituzuhdi Sampang Cilacap







Beja Mardiyanto itu namanya pria 50 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak ini selalu ramah pada siapa saja yang menemuinya.Di Pasar Sampang Cilacap inilah Pak Beja selama puluhan tahun menyandarkan hidupnya dengan menjadi pengayuh becak.


Mungkin wajah pasar Sampang yang sekarang sudah banyak berubah,tidak seperti dulu di jaman keemasannya merupakan urat nadi utama perdagangan di wilayah sekitarnya. Berbeda dengan saat ini ,dimana-mana sudah berdiri pusat perbelanjaan dan toko swalayan, selain itu moda transportasi juga sudah bergeser dari angkutan umum yang semula sangat dibutuhkan masyarakat namun seiring kemajuan zaman perannya mulai pudar dengan banyaknya kendaraan pribadi yang secara langsung mempengaruhi pendapatan pengusaha /awak angkutan umum, termasuk keberadaan becak sebagai salah satu angkutan umum yang kini terpinggirkan oleh keberadaan ojek motor.



Pak Beja  warga Sampang Jln Tugu Utara  RT 02 RW 02 ini adalah salah satu dari sekian banyak tukang becak  di Pasar Sampang Pasar yang telah memberikan begitu banyak kisah suka dan duka yang mengiringi perjalanan hidup mereka.Namun disini ,saya sengaja mengisahkan perjalanan hidup seorang tukang becak yang satu ini, karena kisah hidupnya layak menjadi inspirasi kita .



Dibalik kesibukannya sebagai tukang becak,ternyata Pak Beja juga aktif menjadi Marbot Masjid Baituzzuhdi Sampang Cilacap. Setiap hari  beliau menyempatkan diri menjadi Muadzin di Masjid yang terletak di dekat ujung perbatasan Desa Sampang Cilacap - Desa Cindaga Banyumas ini.Sesuatu yang langka bagi sebagian besar tukang becak.Harapan saya semoga setelah membaca tulisan ini ada hamba Allah yang sudi kiranya memberangkatkan umrah Pak Beja ke Tanah Suci . Aamiin




Tak sampai di situ, alhamdulillah anak-anaknya juga mewarisi jiwa sosial dari sang ayah.Berkat didikannya Putri keduanya yang bernama Lusiani saat ini aktif menjadi staff pengajar di sebuah PAUD yang berada di Desa Sampang Cilacap serta membuka Les  reguler dan Les Gratis Bimbel PWDC untuk anak-anak usia dini di rumahnya di Grumbul Wungubanjeng Desa Cindaga.




Hikmah dari kisah hidup Pak Beja adalah bahwa keterbatasan pendidikan dan pekerjaan bukanlah suatu kendala dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat.Karena sesungguhnya Kekayaan dalam kehidupan manusia bukan hanya  terletak pada kekayaan materi namun yang lebih utama adalah rasa syukur dan ikhlas sebagai kekayaan Spiritual kunci kebahagiaan seorang Pak Beja.
Pak Beja....betul-betul seorang yang beja/bejo dalam bahasa Indonesia artinya orang yang beruntung.
Demikian semoga bermanfaat.

0 Responses to “Bejanya Pak Beja "Tukang Becak dan Marbot" Masjid Baituzuhdi Sampang Cilacap ”

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts