Senior dan Senioritas sebuah retrospeksi - REVORMER Blog Berbagi Informasi Bermanfaat

Google Search

Senior dan Senioritas sebuah retrospeksi

Ketika sahabat sekilas membaca judul tulisan ini,kira-kira apa yang terbayang di benak kalian?

Saya rasa ada dua kemungkinan jawaban yang muncul,  pertama Senior itu galak dan yang kedua senior itu baik dan ramah ...bener gak hehe

Nah ,tulisan kali ini bukan membahas galak atau ramahnya para senior-senior kita,jangankan senior yang namanya manusia kan tentunya ada juga yang galak sama yang ramah..jadi ga usah heran...Senior juga manusia !!! Sama kaya kita hehe

Kalau dipikir-pikir dah berapa banyak yah senior yang kita kenal selama kita sekolah atau masuk organisasi. Dan kalau dipikir lagi ,apa sih yang berkesan selama kita kumpul sama mereka.Mungkin kalau diceritakan dalam berbagai versi cerita pastinya menarik yah! apalagi ada bumbu kisah suka duka dan romansa.
Ok,saya anggap kalian sudah tahu apa definisi senior dan senioritas tapi biar kalian lebih paham apalagi buat yang jeblok nilai pelajaran bahasa indonesianya dulu waktu sekolah ,hitung-hitung biar merefresh memori saya putuskan untuk membawa mata pelajaran bahasa indonesia ke tema tulisan ini.Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) :

senior/se·ni·or/ /sénior/ a 1 lebih tinggi dalam pangkat dan jabatan kedinasan (pegawai, karyawan, dan sebagainya): seorang diplomat -- diangkat menjadi duta besar; 2 lebih matang dalam pengalaman dan kemampuan; 3 berada dalam tingkat sarjana bagi mahasiswa dan kelas terakhir bagi pelajar SMU dan SLTP; 4 lebih tua dalam usia bagi dua orang (ayah dan anak) yang sama namanya (nama famili).

senioritas/se·ni·o·ri·tas/ /sénioritas/ n 1 perihal senior; 2 keadaan lebih tinggi dalam pangkat, pengalaman, dan usia; 3 prioritas status atau tingkatan yang diperoleh dari umur atau lamanya bekerja

Dari pengertian diatas kalian tentunya sudah paham dan jelas.Hubungan antara senior dan senioritas tak bisa dipisahkan karena dimana ada senior disitu pasti terjadi senioritas.Interaksi dan pola hubungan antara senior dan junior menghasilkan suatu sistem /budaya senioritas.

Yang mana budaya senioritas di Indonesia itu sudah mendarah daging,dimulai dari tingkat sekolah,perguruan tinggi hingga level organisasi/pemerintahan.Ada satu adagium tentang senioritas " Pasal 1 berbunyi Senior selalu benar dan Pasal 2 berbunyi apabila senior salah maka peraturan kembali ke Pasal 1 !!!
Ironisnya adagium yang entah siapa yang pertama mencetuskan ini dijadikan alat legitimasi untuk melakukan sesuatu yang tidak baik kepada adik-adik juniornya.
Maka tidak heran banyak terjadi kasus dimana sang senior bertindak sewenang-wenang terhadap juniornya bahkan sampai terjadi korban jiwa karena tindak kekerasan/penindasan yang dilakukan oleh senior terhadap juniornya.Parahnya warisan doktrin senioritas ini selalu dilestarikan oleh para juniornya kepada generasi di bawahnya.Akhirnya menjadi suatu budaya turun temurun

Dalam skala yang lebih luas budaya senioritas mengakibatkan kompetisi yang tidak sehat karena segala sesuatunya dilihat dari siapa yang lebih lama atau lebih dahulu berkiprah bukan dari prestasi atau kinerjanya.Tidak hanya itu objektifitas,netralitas dalam sebuah penilaian pun menjadi kabur karena kesalahan junior bisa ditutupi oleh seniornya ataupun sebaliknya.

Memang pola hubungan antara senior dan junior tak selamanya berjalan buruk.Hal ini apabila seorang senior mampu menjadi teladan yang baik dengan torehan prestasi ,sikap yang penuh kasih sayang dan mendidik terhadap juniornya.Sehingga respek dan simpati akan mengalir dengan sendirinya.


Setiap bangsa akan menghasilkan generasi emas  pembawa kejayaan apabila generasi mudanya diwariskan semangat dan perilaku yang baik oleh generasi sebelumnya.Jadi Budaya Senioritas yang selama ini melekat disetiap tataran atau bidang hendaknya diretropeksi sesuai makna awalnya yang baik  demi lahirnya generasi yang penuh respek dan saling membangun.Senioritas tetap diperlukan namun harus diluruskan pemahamannya mengenai hakikat senioritas yaitu membimbing,mengajarkan dan mengarahkan kepada  hal baik serta memberikan suri tauladan agar dapat diwarisi oleh generasi setelahnya.


Semoga bermanfaat 






Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Senior dan Senioritas sebuah retrospeksi"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar yang Positif No Link dan SARA
Terima kasih

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel