Selamat Bertumbuh Reformasi ! ( Sebuah Retropeksi dan Ungkapan Rasa Syukur ) - REVORMER.COM
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
WPDealer 728x90

Selamat Bertumbuh Reformasi ! ( Sebuah Retropeksi dan Ungkapan Rasa Syukur )

Setiap kali saya membaca, menulis dan melihat apa saja yang berkaitan dengan tema reformasi, selalu saja dada ini bergetar dan meneteskan air mata penuh rasa syukur, Saya tak pernah membayangkan hingga detik ini masih bisa menghirup udara segar dan lebih beruntungnya saya masih "nongol" di muka bumi bisa menyaksikan hasil-hasil perjuangan kawan-kawan aktivis 98 yang berhasil menggulingkan rezim diktator era Orde Baru. Semoga kawan-kawan pejuang reformasi yang sudah mendahului mendapatkan tempat terbaik di sisiNYA dan bagi orang tua serta pihak keluarganya selalu diberikan kesabaran dan keikhlasan, Aamiin 

Reformasi dan Teknologi Informasi

Perjuangan reformasi belum usai, bahkan di era digital sekarang ini yang segalanya tak lepas dari peran penting teknologi informasi, aktivis dituntut untuk menguasai kecanggihannya agar tetap eksis dan efektif dalam menjalankan fungsinya sebagai agen of control dan agen of change. Maka dari itu reformasi tetap layak dan relevan untuk dilanjutkan.

Kini kita hidup di era pemerintahan hasil perjuangan reformasi, Pemerintahan pasca reformasi mempunyai ciri dan karakter yang berbeda dengan pemerintahan orde baru yang segalanya terpusat  dan tertutup. Peranan Teknologi Informasi juga pada waktu itu masih sangat kecil, dibandingkan sekarang nuansanya jelas sangat berbeda sekali. 

Perubahan dan kemajuan di segala bidang bisa kita rasakan saat ini, salah satunya adalah kemajuan dalam reformasi birokrasi, yang tak lepas dari peran teknologi informasi sehingga mampu mengakselerasi percepatan reformasi. Dengan kecanggihan teknologi informasi memungkinkan adanya transparansi tata kelola pemerintahan serta komunikasi yang lebih simple, cepat dan efektif antara pemerintah dan masyarakat sehingga setiap kebijakan publik masyarakat langsung bisa turut memantau, mengevaluasi dan mengontrolnya serta mengawasi kinerja pemerintah tanpa harus melalui rantai birokrasi kompleks.

Pemerintahan Jokowi adalah Buah Perjuangan Reformasi

Perlu diketahui bahwa Jokowi adalah Presiden RI  pertama tanpa latar belakang politik atau militer yang tinggi yang dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu yang demokratis pasca reformasi 98. Hal ini membuktikan bahwa era reformasi memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi setiap warga negara Indonesia untuk menjadi pemimpin walaupun tanpa latar belakang ningrat/bangsawan, bukan dari kalangan militer. 

Tiada gading yang tak retak, mungkin pepatah ini para pembaca pasti sudah tahu maknanya, bahwa apapun itu bentuk wujud dan sifatnya, tak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Allah SWT. Apalagi dengan pandemi covid-19 yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia, tentu tak mudah bisa melewati semua ujian tersebut tanpa ada campur tangan Allah SWT dan rasa sabar tawakal dari para pemimpin dan rakyat yang ada di negeri ini.

Setelah lebih dari 2 tahun lamanya kita semua hidup dalam rasa khawatir dan was-was akibat virus corona, kini masyarakat sudah mulai beranjak beraktivitas normal kembali, hal itu tentunya tak lepas dari peran pemerintah dan semua pihak baik jajaran eksekutif, legislatif serta kepedulian, kesadaran warga negara indonesia untuk mengikuti program Vaksinasi Nasional yang saat ini masih terus berjalan.

Berbagai bantuan juga telah banyak disalurkan untuk masyarakat, demi meringankan beban ekonomi rakyat yang sama-sama kita tahu merupakan dampak dari pandemi covid-19. Program Kartu Indonesia Sehat juga terbukti mampu membantu rakyat yang secara ekonomi mempunyai keterbatasan tetap bisa menikmati layanan kesehatan, belum lagi program Kartu Indonesia Pintar yang sangat membantu para orang tua yang kurang mampu secara ekonomi sehingga anak-anaknya tetap bisa sekolah dengan bantuan Kartu Indonesia Pintar tersebut.

Dari sisi pemerintahan desa, kita bisa menyaksikan saat ini setiap desa tak pernah sepi dari kegiatan pembangunan yang mana dananya sudah disiapkan pemerintah pusat dalam bentuk Dana Desa, dana yang bersumber dari APBN tersebut ditransfer melalui APBD kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat di setiap desa.

Sekelumit Kisah Perjuangan Reformasi 98

Bulan ini adalah bulan Mei, bulan yang mempunyai makna sejarah bagi seluruh rakyat rakyat Indonesia, mungkin bagi generasi yang lahir era 90-an, kalian masih unyu-unyu hehe...jadi wajar kalau sebagian dari generasi millenial yang lahir setelah tahun 1990 an banyak yang tidak tahu bagaimana perjuangan kami para aktivis 98 yang tak kenal rasa takut menyuarakan semangat perubahan yang kelak akan dikenal sebagai REFORMASI ( walaupun sebenarnya tetap saja deg-degan sih ..hehe ).

Perjuangan mewujudkan reformasi kami jangan disamakan seperti sekarang yang resikonya paling ditahan sebentar oleh pihak berwajib, nginep semalam lalu keluar masih dengan muka yang bersih, masih bisa selfi sambil bergaya sana-sini, kirim story ig ke teman-teman mengabarkan kondisi kalian. Aktivis 98 itu resiko paling kecilnya ditahan, muka babak belur, kalau masih bisa keluar tahanan aja itu termasuk anugerah luar biasa , banyak rekan-rekan kami yang pulang tinggal nama ketika unjuk rasa/demo atau bisa juga hilang diculik yang sampai kini tidak tahu dimana keberadaannya. 

Reformasi Bukan Orde, Reformasi adalah Semangat Perubahan

Jadi kalau ada yang bilang Selamat Tinggal Orde Reformasi, Reformasi tinggal puing-puing...itu pernyataan yang ngawur ! Perlu kalian tahu, reformasi itu bukan orde...tolong dibaca sekali lagi ya ! Reformasi itu bukan sistem pemerintahan alias ORDE !

Sistem Pemerintahan negara kita tetap sama yaitu menganut sistem Presidensil. Jadi REFORMASI itu sejatinya Perubahan yang mengarah untuk kemajuan dan perbaikan di segala bidang peri kehidupan berbangsa dan bernegara  itu sendiri...Nah Perubahan itu pasti tidak pernah berhenti pada satu titik, semua pasti berjalan step by step, tidak sporadis dan acak....Kunci Perubahan itu ya Perubahan itu sendiri...

Semangat reformasi dilatar belakangi semangat perubahan akibat krisis multidimensi orde baru dengan budaya KKN ( Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme )nya. Kalian jangan pernah bermimpi menjadi PNS kalau kalian tidak punya saudara, jangan pernah berharap ada pejabat yang tertangkap tangan karena korupsi, apalagi kok kalian berani mengkritik sang penguasa, bisa berabe endingnya ! Jangan harap media pemberitaan seperti sekarang ini yang bebas menyalurkan kritikan, bahkan hujatan pada pemerintah saja sangat mudah kalian dapatkan lewat medsos...gak perlu jadi jadi jurnalis, sekarang apa yang kamu pikirkan bisa langsung kamu posting di medsos yang akan dibaca seluruh orang di dunia...Sekarang apakah yang mengkritik pemerintah, yang menghujat pemerintah itu dihilangkan ? gak kan, paling-paling nanti statemennya mereka dizalimi oleh rezim penguasa...

Suka atau tidak suka setiap perubahan pasti memiliki dinamika dan tantangan yang kompleks, Politik Transaksional, Politik Liberal, Politik Pragmatis dan warisan budaya KKN yang sudah terlanjur merajalela sejak jaman orde baru itu bukan sulap yang dalam sekejap langsung bisa dimusnahkan. Semua itu butuh proses, apalagi masyarakat kita mayoritas masih belum melek pemahaman politik, apalagi ditambah kesadaran politiknya yang belum terbangun dengan baik. Untuk itulah, idealisme dan keikhlasan dalam memperjuangkan cita-cita reformasi jangan sampai berhenti di tengah jalan.

Tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga semakin kompleks, rakyat juga semakin cerdas dan kritis, peran dan fungsi lembaga negara betul-betul di uji dan harus siap menerima perubahan. Belum lagi paham khilafah, paham radikalisme dan intoleransi, serta gerakan separatisme/KKB di Papua yang sedikitnya memaksa energi pemerintah terbagi fokusnya bukan hanya sibuk membangun infrastruktur namun juga membangun mentalitas rakyat di daerah tersebut agar kondusif. Oleh karena itu energi dari semangat reformasi ini hendaknya bisa digunakan untuk membantu pemerintah menangkal segala bentuk ancaman dan hambatan yang merongrong Pancasila.

Jokowi Tegas Menolak Wacana Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa jabatan Presiden Tiga Periode

Beberapa waktu yang lalu Presiden Jokowi melarang keras jajaran menterinya berbicara yang berkaitan dengan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode. Apa yang beliau sampaikan secara langsung kepada para menterinya tersebut, membuktikan dengan jelas  bahwa tak ada niatan Jokowi untuk mau menjabat sebagai Presiden tiga periode, apalagi dengan menunda pemilu yang konsekuensinya jelas  akan merubah konstitusi dan menciptakan pro kontra di masyarakat.

Mahasiswa Gagal Paham

Sayangnya pernyataan Presiden Jokowi tersebut tidak bisa dipahami oleh sebagian pihak termasuk mahasisiwa yang menamakan diri BEM SI, mereka melakukan demo menuntut Pak Jokowi jangan menunda pemilu dan menjabat presiden lagi untuk tiga periode. Yang menjadi soal adalah kemampuan berpikir dan literasi mereka menurut hemat saya sangat memprihatinkan, seharusnya sebelum demo disiapkan dulu materinya dan dipelajari dulu sumber informasinya by data dan fakta, apakah memang substantif atau malah cuman sesuatu yang sebenarnya dipaksakan agar terlihat sebagai agen of control menekan pemerintah, namun malah kontraproduktif dan menimbulkan polemik tanpa ujung.

Hal itu diperparah lagi dengan blunder statemen Koordinator BEM SI di sebuah acara TV, yang  meminta agar Presiden Jokowi  dan jajaran kabinetnya, jangan fokus tertuju pada pemilu 2024. Koordinator BEM SI Kaharuddin menyebut bahwa saat orde baru masyarakat mendapat kesejahteraan dan kebebasan. Kaharudin lantas mempertanyakan apakah di era sekarang masyarakat Indonesia sudah mendapatkan kebebasan dan kesejahteraan tersebut, tentu saja statemen tersebut menuai banyak kecaman dari warga masyarakat yang sebagian besar tahu sejarah perjuangan reformasi 98, termasuk saya pun miris campur kecewa.

Kalau boleh jujur, zaman reformasi ini justru menawarkan sebuah peluang yang sangat besar bagi mereka yang berjiwa militan, kreatif, ulet, pekerja keras dan tahan banting, serta etos kerja yang baik tentunya, namun bagi yang selalu bersikap pesimis maka yang terucap hanyalah sumpah serapah, keluh kesah dan menyalahkan keadaan. Padahal Perubahan itu bisa terjadi karena perubahan itu sendiri, yakni dengan terus berkarya nyata, ikhlas, tawakal dan berbaik sangka pada Allah SWT.

Ibarat sebuah titik hitam di papan putih yang besar, maka semua mata tertuju pada titik hitam tersebut, begitu pula apabila kita hanya melihat sebuah kekurangan, kelemahan atau kesalahan, akhirnya kita terjebak pola pikir yang skeptis dan pesimis serta mudah menyalahkan orang/pihak lain yang tidak sepaham dengan keinginan kita.  Alih-alih kita menjadi bagian perubahan itu dengan membuat karya nyata untuk masyarakat, kita malah sibuk mencari kesalahan orang lain dan memproduksi toxic ke dalam diri kita dan orang lain dengan sikap skeptis dan pesimis.

Janganlah kita hanya fokus pada titik hitam, karena sesungguhnya ada ruang putih yang justru lebih besar , hidup adalah anugerah yang harus kita syukuri. Reformasi tak boleh berhenti, isi ruang putih itu dengan sikap, ucapan dan tindakan nyata membantu sesama yang membutuhkan.

Sebagai mantan aktivis 98 yang sampai detik ini masih diberikan nikmat sehat dan selamat, saya sangat bersyukur sampai hari ini aktifitas sosial kemasyarakatan, keorganisasian, hobi membaca, menulis, ngeblog, ngeyoutube, dan aktifitas keagamaan serta aktivitas lainnya bisa dijalani dengan baik dan tanpa beban, bebas mengekspresikan pendapat, bebas berkumpul dan berserikat tanpa dihantui kekhawatiran apapun.

Pejuang Reformasi Tak Kenal Pensiun

Mari saatnya idealisme dan semangat reformasi 98, kita redefinisi, kita reposisi,  kita reaktualisasi...Dengan apa ? Tentunya dengan menciptakan gerakan-gerakan perubahan lewat karya nyata, membangun sinergitas, kolaborasi serta  komunikasi yang baik dengan semua pihak, memberikan ide/gagasan dan mengawal perubahan minimal di lingkungan terdekat dulu, intinya semangat optimisme harus terus dijaga, karena medan juang aktivis 98 dahulu dan saat ini sangat berbeda kulturnya, kondisinya serta tantangannya, pola perjuangannya juga dituntut menyesuaikan perkembangan zaman seiring kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang.

Salam Perjuangan Reformasi Tak Pernah Henti !
Semangat Optimis, Merdeka !

Ditulis oleh : Eko Sulistyo Santosa
Eks Aktivis 98 ( Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta ), Pegiat Medsos, Blogger, Youtuber dan Pegiat Literasi Pemerintahan Desa.



Posting Komentar untuk "Selamat Bertumbuh Reformasi ! ( Sebuah Retropeksi dan Ungkapan Rasa Syukur )"